Informasi Seputar Pertanian , Perkebunan, Peternakan dan Perikanan

Breaking

Rabu, 24 Juni 2020

Cara cepat budidaya belut

 Supplier Jual Ikan Belut Benih & Konsumsi Jambi Terpercaya - #1 ...
 
Ada dua cara menanam belut, dan mereka dibudidayakan menggunakan media drum dan tanpa tanah atau lumpur. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing dan akan sepenuhnya dibahas hingga waktu panen. Yang ingin tahu? Ayo, simak ulasan lengkap tentang cara menanam belut di bawah ini.

Cara ternak belut dalam drum

Belut biasanya ditanam di drum untuk mengantisipasi ketersediaan lahan yang dimiliki. Selain itu, budidaya dengan cara ini lebih efisien, karena total biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp 500.000 hingga Rp.1 juta. Berikut adalah beberapa langkah untuk mempersiapkan memulai budidaya belut dalam drum:

1. Siapkan drum

Kolam drum juga disebut kolam semi permanen karena penggunaannya yang kurang tahan lama. Namun, tidak sedikit pebisnis yang masih menggunakan media drum karena harganya lebih terjangkau.

Sebelum menggunakan drum, bersihkan semua bagian dalam dan luar terlebih dahulu, sehingga tidak ada lagi kotoran yang tersisa. Ini penting untuk belut lanjutan yang akan Anda lakukan.

Kemudian, luruskan bagian atas silinder, tempatkan silinder di tanah yang rata, dan berikan isian di kanan dan kiri agar drum tidak mudah terguling.

Lakukan drainase juga, karena Anda dapat menggunakan bagian bawah drum dan atap untuk melindungi belut dari sinar matahari.

2. Pengembangan media untuk kelangsungan hidup belut

Salah satu faktor dalam keberhasilan pemeliharaan belut adalah pengaturan media pertumbuhan yang sehat. Anda dapat menggunakan lumpur kering, pupuk TSP, pupuk kandang dan mikroorganisme dengan dosis yang tepat sebagai bahan untuk pengembangan media.

Kemudian, peningkatan media yang dibuat harus ditempatkan di wadah drum. Untuk memfasilitasi pertumbuhan media, berikut adalah langkah-langkahnya.

  • Gunakan jerami setebal 50 cm untuk menutupi bagian bawah silinder.
    •  Kompos atau tanah lapisan atas setebal 7 cm juga harus diberikan setelah melapisi prinsip mikroorganisme di dalam silinder.
    •  Di lapisan paling atas, Anda bisa menaburkan 5 kg tanah liat kering dan pupuk TSP.
    •   Terakhir, isi tabung dengan air bersih hingga 14 hari, sampai proses fermentasi selesai. Harus diingat bahwa belut yang ingin Anda tumbuhkan tidak dapat disertakan dengan media tanam sampai proses fermentasi selesai.  
     3. Pilih benih berkualitas tinggi 
     
    Seperti kegiatan budidaya lainnya, pemilihan benih juga merupakan faktor penting dalam pertumbuhan belut. Karena itu, Anda perlu memilih benih belut berkualitas tinggi.

    Fitur-fiturnya sehat, memiliki gerakan lincah, dan ukurannya seragam sekitar 10 hingga 12 cm. Ini dimaksudkan agar belut tidak saling memakan, terutama karena belut kecil selalu menjadi sasaran. 
      
    4. Nutrisi terbaik

    Budidaya belut tidak akan berfungsi dengan lancar jika Anda mengabaikan perhatian pada kualitas pakan yang diberikan. Karena pakan pasti akan mempengaruhi pertumbuhan belut itu sendiri.

    Anda bisa memberi makan sekitar 5 hingga 20% tergantung pada berat belut. Untuk ular kecil, mereka harus diberi cacing, larva ikan, kutu air, dan berudu dengan dosis 0,5 kg -1 kg.
     
     Sedangkan belut dewasa, katak, siput, larva dan ikan dapat diberikan dengan dosis 1,5 kg -2 kg selama tiga hari pada sore hari.
     
    5. Waktu panen untuk menanam belut 

     Umumnya, panen belut berlangsung dalam 3 hingga 4 bulan, tergantung pada berat dan panjang biji belut. Untuk cara panen, itu bisa dilakukan sebagian dan keseluruhan.

    Jika Anda melakukan panen parsial, Anda dapat meninggalkan belut kecil untuk tumbuh kembali selama panen berikutnya.Anda dapat menjual belut dengan harga sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Jika yang ingin Anda jual adalah belut konsumsi, maka harganya jauh lebih murah tergantung bentuk dan isinya sendiri.

      Cara menanam belut tanpa tanah

     Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, pemeliharaan belut tidak dilakukan hanya dengan menggunakan media drum. Jika Anda memiliki modal lebih banyak, memilih metode menanam belut tanpa tanah harus menjadi pilihan yang tepat.

    Metode ini tidak jauh berbeda dengan menanam belut di dalam drum. Hanya di pertanian tanpa tanah, Anda perlu memperhatikan beberapa hal, seperti membuat kolam yang besar dan cara merawat belut.

    Mengenai pembangunan kolam, Anda dapat menyiapkan kolam rami besar atau tipe semen dengan area penyangga yang kuat untuk mengurangi limbah tanah.Terutama jika ukuran kolam yang Anda mainkan tidak terlalu besar tetapi dapat memiliki banyak biji di dalamnya.

    Kemudian untuk pemeliharaannya sendiri, Anda perlu memperhatikan kualitas air di kolam. Karena hewan yang satu ini sering mengeluarkan lendir sebagai bagian dari pertahanan diri, sehingga jelas mempengaruhi tingkat pH air.Jika pH air melebihi batas normal 7, maka air di kolam harus segera dinetralkan menggunakan perangkat sirkulasi yang sesuai. Karena sirkulasi udara yang lebih baik, semakin baik tingkat oksigen di kolam.

    Semoga bermanfaat,sampai jumpa di artikel berikutnya.Terimakasih..

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar