Informasi Seputar Pertanian , Perkebunan, Peternakan dan Perikanan

Breaking

Selasa, 07 April 2020

Manfaat daun kelor bagi manusia

Tujuh Rahasia Khasiat Daun Kelor untuk Kulit | Tagar

Mungkin kita pernah mendengar pepatah, "Dunia tidak selebar daun kelor"? Pepatah ini menunjukkan bahwa dunia tidak sempit, jadi jangan berkecil hati dengan cepat terhadap situasi atau kegagalan, karena ada banyak pilihan lain.

Dalam artikel ini kita tidak ingin membedah yang lebih dalam dari arti ungkapan "daun kelor", tetapi kita akan membahas manfaat tanaman dan manfaat daun kelor untuk manusia.

Tanaman kelor (Moringa Oleifera) adalah tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia dan banyak daerah tropis lainnya di dunia. Tumbuhan yang berasal dari dataran sepanjang sub-Himalaya, yaitu India, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan, termasuk spesies herbivora yang sudah lama ada.

Kelor dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda seperti Kelor (Jawa, Sunda, Bali, Lampung), Maronggih (Madura), Moltong (Flores), Keloro (Bugis), Ongge (Bima) dan Hau fo (Timur). Dalam bahasa Inggris tanaman ini disebut Drunstick tree.

Sifat fisik
Tanaman kelor adalah tanaman setinggi 7 hingga 11 meter. Tanaman ini adalah semak atau pohon dengan akar yang kuat dan umur panjang. Moringa mampu hidup di berbagai jenis tanah, tidak memerlukan perawatan intensif, tahan terhadap musim kemarau, dan mudah untuk bereproduksi (Simbolon dkk 2007).

Batang kayu, tegak, putih kotor, kulit halus dengan permukaan kasar dan mudah pecah. Ini karena jenis kayu lunak dan berkualitas rendah. Bagian tipis daun kelor, dengan sirip tidak lengkap, kecil dan seperti telur, dan hanya seukuran ujung jari. Perumpamaan daun kelor dapat benar-benar terinspirasi oleh bentuk daun kelor kecil.

Panjang buahnya sekitar 20-60 cm, ketika berwarna hijau kecil, tetapi setelah gelap berubah warna menjadi coklat, dan biji bundar berwarna coklat dan hitam dengan sayap yang terang, sedangkan kulit biji mudah dipisahkan meninggalkan biji putih.

Kelor memiliki bunga putih kekuningan yang keluar sepanjang tahun dengan aroma khas. Selain itu, tanaman ini juga memiliki buah yang panjang dan bentuk segitiga. Panjang buahnya sekitar 20-60 cm. Ketika mereka muda, buah kelor berwarna hijau dan berubah menjadi coklat saat tua (Tilong, 2012). Untuk rasa, kelor memiliki rasa yang agak pahit, netral dan tidak beracun.

Ada banyak alias Moringa termasuk The Miracle Tree, Tree For Life dan Amazing Tree. Julukan tersebut berasal karena bagian-bagian pohon Moringa mulai dari daun, buah-buahan, biji-bijian, bunga, kulit kayu dan batang sampai ke akarnya memiliki manfaat yang tidak biasa.

Daun kelor

Daun kelor adalah bagian yang mengandung banyak manfaat. Secara umum, daun kelor dapat dikonsumsi karena mengandung nutrisi dan protein tinggi. Manfaat daun kelor termasuk anti-inflamasi dan hepatitis, peningkatan buang air kecil dan reaksi anti-alergi. Daun kelor banyak digunakan dan diyakini sebagai obat infeksi, anti bakteri, infeksi saluran kemih, luka luar, anti alergi, anti hipertensi, diabetes, kolitis, diare, disentri, dan rematik.

Secara tradisional, daun kelor dimasak dan digunakan seperti bayam dan katok. Selain digunakan segar sebagai pengganti bayam, daunnya bisa dikeringkan dan digiling menjadi bubuk yang digunakan dalam sup dan saus. Di beberapa negara, tanaman kelor diproses dalam bentuk makanan seperti tepung daun kelor, bubur, sirup, teh daun kelor, saus kelor, biskuit kelor dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar