Informasi Seputar Pertanian , Perkebunan, Peternakan dan Perikanan

Breaking

Kamis, 09 April 2020

Cara Budidaya Ikan Nila

Kulit Ikan Nila Bisa Sembuhkan Luka Bakar! Ini 5 Fakta Ilmiahnya


Daging ikan nila memiliki rasa yang lezat. Banyak sekali penggemar ikan yang satu ini. Dengan banyaknya orang yang tertarik pada ikan air tawar ini, tidak heran jika pembudidayaan ikan nila digunakan sebagai bidang pekerjaan. Peluang bisnis terbuka lebar dan dapat berkembang pesat. Ikan ini mudah dioperasikan dan dapat menghasilkan keuntungan besar jika dibudidayakan dengan benar.

Dalam budidaya nila, ada beberapa hal yang tidak boleh dilupakan. Jika Anda tidak ingin membesarkannya, Anda mungkin menemukan banyak ikan mati kemudian. Ada dua hal yang perlu diperhatikan adalah metode pemilihan peternak dan pembenihan ikan. Untuk informasi lebih rinci, Anda dapat menyimak uraian penjelasan di bawah ini.

Bagaimana memilih indukan untuk budidaya nila


13 Kelompok Tani Bakal Dapat Bantuan Benih Ikan Patin dan Nila ...


Dalam membesarkan ikan yang harus ditekankan, memilih induk yang berkualitas tinggi akan menghasilkan anak ikan yang berkualitas tinggi. Ini menentukan prospek untuk bekerja di budidaya ikan. Untuk indukan yang baik, Anda harus memilih indukan nila betina yang memiliki karakteristik fisik sebagai berikut:

  • Warna abu-abu
  •  Ujung sirip ekor berwarna abu-abu
  •  Agak lembut
  •  Perutnya lebih besar
  •  Ini memiliki warna merah di pembukaan saluran telur. Polong nila betina memiliki anus, saluran urogenital, dan lubang genital papila untuk melepaskan telur.
 Sementara itu, untuk induk jantan, pilih warna hitam, merah muda di daerah sirip punggung, putih pada dagu, dan dua lubang pada sistem urogenital, anus dan lubang kedua yang memiliki fungsi untuk mengeluarkan urin dan sperma menggunakan bentuk yang lebih runcing atau terangkat. Kami juga merekomendasikan memilih induk 100 gram dan induk jantan sekitar 120-180 gram berusia 4-5 bulan.

 Metode pemijahan dalam budidaya nila

Pembenihan nila agak unik. Induk jantan akan membuat lubang di dasar kolam dengan diameter 3-5 cm yang bermanfaat bagi induk betina untuk menelurkan lubang dan kemudian dibuahi oleh induk jantan. Setelah itu, telur akan diinkubasi di mulut ikan selama 3-5 hari. Nila biasanya menggunakan sistem pemijahan. Jadi, Anda tidak perlu memindahkan bayi ikan. Cukup hanya dengan memberi pembatas dengan ranting bambu agar ikan jantan yang baru berlubang tidak makan.

 Yang perlu diperhatikan adalah perbandingannya. Di kolam pembibitan, gunakan rasio 1: 2 atau 1: 4. Kolam harus lebih dalam, sekitar 50-60 cm. Sementara itu, untuk bak penangkaran yang sama, rasio induk jantan-betina adalah 1: 2; 1: 3, atau 1: 4. Setelah itu, jika anak-anak ikan cukup besar, pisahkan pengolahan tanah di kolam lain sehingga Anda dapat menganalisa pertumbuhan anak ikan.

Dalam budidaya nila, Anda harus memiliki catatan yang mencatat awal dari pemilihan induk dan penetasan, sehingga Anda dapat mengetahui tanggal panen yang tepat. Apalagi bagi Anda yang memiliki beberapa kolam yang banyak,Itu bisa dipindahkan.

Sekian sedikit penjelasan tentang budidaya ikan nila,semoga bermanfaat.sampai jumpa di artikel berikutnya,terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar