Informasi Seputar Pertanian , Perkebunan, Peternakan dan Perikanan

Breaking

Kamis, 05 Desember 2019

Budidaya Cacing Tanah






Hasil gambar untuk cacing


Hewan yang satu ini adalah hewan yang menjijikan bila di lihat dari segi bentuknya.Akan tetapi akhir-akhir ini warga hampir seluruh kota di Indonesia di gemparkan dengan kembalinya para petani cacing membudidayakan hewan yang satu ini.



Hasil gambar untuk cacing



Cacing yang waktu beberapa tahun kebelakang sempat buming,kini kembali sorotan dan menjadi tranding di beberapa media.Budidaya cacing tanah cukup menjanjikan,karena dengan modal sedikit dan tidak memerlukan lahan yang begitu luas,petani cacing bisa meraup untung yang begitu besar.

Jenis cacing spesies Lumbricus rubellus merupakan jenis cacing yang berpotensi untuk dibudidayakan.Soalnya jenis cacing ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat bila dibandingkan dengan jenis cacing yang lainnya.Dan tidak hanya itu,jenis cacing yang satu ini tidak begitu sulit untunk memelihara dan merawatnya,pasalnya cacing ini bisa berkembang biak di media limbah organik.


Tidak heran jika banyak para petani banyak yang memelihara jenis cacing ini.Karena cacing ini banyak dimanfaatkan dalam pertanian,peternakan,bahkan dalam industri farmasi.

Dalam dunia farmasi,cacing jenis ini banyak digunakan sebagai bahan obat-obatan dan bahan untuk membuat kosmetik.Untuk sekarang ini permintaan cacing semakin meningkat,untuk memenuhi permintaan untuk kebutuhan produksi dalam jumlah besar.Namun,ketersediaan cacing yang cukup terbatas dan dengan harga yang relatif mahal karena belum banyak petani yang membudidaya dalam partai besar.

Nah,sekarang kita akan mencoba berbagi sedikit informasi mengenai cara budidaya cacing.Hal-hal yang harus dipersiapkan diantaranya:

1.Persiapan Medai dan Tempat

 - jika pada budidaya hewan yang lainnya membutuhkan kandang,sama halnya dengan budidaya cacing.Tetapi cacing hanya memerlukan kandang saja dan tidak memerlukan tutup.
- Kandung untuk cacing ini berbentuk kotak,dan bisa diisi media tanah atau bisa juga diisi media bekas jamur.
-Untuk yang tidak mempunyai lahan yang begitu luas,maka bisa membuat rak agar bisa menyusun box atau kotak yang sudah di buat.

2.Persipan Bibit

Untuk para pemula jika ingin mencoba dalam skala kecil,maka anda bisa mencoba 5-10 box saja.Dan langkah pertama adalah dengan memasukan media tanah atau media bekas jamur yang sudah disiapkan kedalam box tersebut.

Setelah mendapatkan benih,caranya kita masukan benih cacing tersebut kedalam box yang sudah diisi media.Jangan terlalu banyak,kita atur secukupnya sesuai ukuran box sehingga kalau kita memilih atau membari pakan tidak terlalu banyak da cepat tumbuh dan berkembang biak.

3.Pemindahan bibit

Setelah umur sekitar satu bulan,cacing tersebut bisa mulai kita pindahkan ke box lain,untuk melihat perkembangan cacing tersebut.Masalah pakan,cukup mudah kita bisa memberi pakan,kotoran sapi atau hampas tahu.

4.Pemberian Pakan

Cara pemberian pakan kita bisa memberinya dalam waktu 2-3 kali dalam seminggu.pakan yang bagus adalah kotoran sapi atau kerbau atau bisa juga menggunakan kompos buah dan daun kering,dan juga pupuk kandang yaitu kotoran kambing atau kelinci.

5.Penanggulangan Hama

Hama dari cacing ini adalah semut,tikus,ayam,kadal,bebek dan lain-lain.Cara yang aman untuk menghindari hal tersebut maka kita bisa menggunakan kapur anti serangga di setiap box tersebut.

6.Panen

Usia yang tepat untuk panen sekitar umur 6 bulan.Ada keuntungan lain dari budidaya ini yang pertama cacing,yang kedua media bekas cacing atau disebut kascing.Kascing ini bisa kita jual sebagai pupuk organik karena mempunyai unsur hara yang terurai sempurna.

Demikian sedikit informasi mengenai budidaya cacing,semoga setelah membaca artikel ini menginspirasi anda untuk mencoba budidaya cacing lumricus rubella ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar